"Kasusmu, Rezekiku": Antara Peluang, Empati, dan Etika di Era Digital Di era media sosial, muncul sebuah ungkapan yang semakin populer, yaitu "Kasusmu, rezekiku." Kalimat ini menggambarkan kondisi ketika kesalahan, musibah, atau persoalan yang dialami seseorang justru menjadi sumber penghasilan bagi pihak lain. Fenomena tersebut banyak terlihat pada kreator konten, jurnalis, pengacara, konsultan, psikolog, hingga pelaku usaha yang memperoleh keuntungan dari perhatian publik terhadap suatu kasus. Pada dasarnya, tidak semua bentuk "kasusmu, rezekiku" adalah sesuatu yang salah. Dalam kehidupan sosial, banyak profesi memang hadir untuk menyelesaikan persoalan orang lain. Dokter memperoleh penghasilan karena ada orang yang sakit. Pemadam kebakaran bekerja ketika terjadi kebakaran. Pengacara mendampingi klien yang tersandung masalah hukum. Psikolog membantu mereka yang mengalami gangguan mental. Bahkan guru dan dosen memperoleh pekerjaan karena masih banyak masy...
" belajar tanpa batas " dhadirkan untuk sarana penambah pengetahuan dan belajar bersama serta menjadi media masuk di beberapa model test.