Langsung ke konten utama

Merancang Pembelajaran Berdampak Melalui OBE: Refleksi Sesi Perencanaan Pembelajaran Bersama Dr. Maryono, M.Pd.

Merancang Pembelajaran Berdampak Melalui OBE: Refleksi Sesi Perencanaan Pembelajaran Bersama Dr. Maryono, M.Pd.

Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) menjadi momentum penting bagi para dosen untuk memperkuat kompetensi pedagogik, khususnya dalam merancang pembelajaran yang efektif, terukur, dan berorientasi pada capaian. Dalam salah satu sesi pelatihan, Dr. Maryono, M.Pd., dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menyampaikan materi tentang Perencanaan Pembelajaran dengan fokus pada implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam pendidikan tinggi.

Pada sesi tersebut, Dr. Maryono menegaskan bahwa keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dosen dalam menyampaikan materi, tetapi juga oleh kualitas perencanaan yang disusun sebelum perkuliahan berlangsung. Perencanaan pembelajaran merupakan fondasi utama yang menentukan arah, strategi, metode, serta capaian yang ingin diwujudkan dalam proses pendidikan.

Beliau menjelaskan bahwa paradigma pendidikan tinggi saat ini telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya pembelajaran lebih berorientasi pada materi yang diajarkan (teaching centered), maka saat ini pembelajaran harus berfokus pada hasil belajar yang dicapai mahasiswa (learning outcomes). Paradigma inilah yang menjadi dasar penerapan Outcome Based Education (OBE).

Dalam pendekatan OBE, seluruh proses pembelajaran dirancang dengan mengacu pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah. Oleh karena itu, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tidak hanya berisi daftar materi perkuliahan, tetapi harus mampu menggambarkan keterkaitan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), strategi pembelajaran, metode asesmen, serta indikator keberhasilan yang dapat diukur secara objektif.

Menurut Dr. Maryono, dosen dituntut untuk mampu merancang pengalaman belajar yang memberikan dampak nyata bagi mahasiswa. Setiap aktivitas pembelajaran harus memiliki tujuan yang jelas dan berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, dan sikap profesional yang dibutuhkan dalam kehidupan akademik maupun dunia kerja.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa penyusunan RPS berbasis OBE harus dilakukan secara sistematis. Langkah pertama dimulai dari identifikasi capaian pembelajaran lulusan yang menjadi target program studi. Selanjutnya, capaian tersebut diturunkan menjadi capaian pembelajaran mata kuliah yang lebih spesifik. Dari CPMK tersebut kemudian dirumuskan materi pembelajaran, strategi pembelajaran, bentuk tugas, serta instrumen penilaian yang relevan untuk mengukur ketercapaian kompetensi mahasiswa.

Dalam proses perencanaan tersebut, dosen juga perlu memperhatikan keselarasan antara tujuan pembelajaran, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi. Ketiganya harus saling mendukung sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan menghasilkan lulusan yang sesuai dengan profil yang diharapkan.

Selain membahas aspek teknis penyusunan RPS berbasis OBE, Dr. Maryono juga menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran. Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam, penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab mata kuliah tertentu, tetapi perlu diinternalisasikan dalam berbagai mata kuliah melalui proses pembelajaran yang inklusif, toleran, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Integrasi moderasi beragama dapat diwujudkan melalui pemilihan materi, studi kasus, metode diskusi, maupun bentuk penugasan yang mendorong mahasiswa untuk memiliki sikap terbuka terhadap perbedaan, mampu berdialog secara konstruktif, serta memiliki komitmen terhadap persatuan dan kehidupan berbangsa. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moderat dan mampu menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi materi yang telah disampaikan, pada akhir sesi Dr. Maryono memberikan tugas kepada seluruh peserta PKDP untuk menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) sesuai dengan format dan template berbasis Outcome Based Education (OBE). Tugas tersebut tidak hanya bertujuan melatih kemampuan teknis peserta dalam merancang pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa prinsip-prinsip moderasi beragama terintegrasi secara nyata dalam dokumen pembelajaran yang disusun.

Melalui penugasan tersebut, peserta diharapkan mampu menerjemahkan konsep-konsep yang telah dipelajari ke dalam praktik nyata perencanaan pembelajaran di perguruan tinggi. Dengan perencanaan yang baik, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran, dosen dapat menghadirkan proses pendidikan yang lebih berkualitas, relevan dengan kebutuhan zaman, serta mampu membentuk generasi akademik yang unggul, profesional, dan moderat.

Sesi ini memberikan pemahaman bahwa perencanaan pembelajaran bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu. Melalui pendekatan Outcome Based Education yang terintegrasi dengan nilai-nilai moderasi beragama, perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, sosial, dan kebangsaan.

Dalam pemaparannya, Dr. Maryono juga menjelaskan secara rinci komponen-komponen utama yang harus terdapat dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berdasarkan Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) Tahun 2024. Menurut beliau, RPS bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta pembelajaran yang menjadi pedoman bagi dosen dan mahasiswa selama proses perkuliahan berlangsung.

Komponen pertama adalah identitas mata kuliah yang memuat informasi dasar seperti nama program studi, nama mata kuliah, kode mata kuliah, jumlah SKS, semester, serta nama dosen pengampu. Komponen kedua adalah Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang relevan dengan mata kuliah. CPL menjadi dasar dalam menentukan kontribusi suatu mata kuliah terhadap profil lulusan program studi.

Komponen ketiga adalah kemampuan akhir yang direncanakan atau yang dikenal dengan CPMK dan Sub-CPMK. Pada bagian ini dosen merumuskan kompetensi yang harus dicapai mahasiswa secara bertahap selama mengikuti perkuliahan. Komponen keempat adalah bahan kajian yang berisi materi-materi pokok yang akan dipelajari untuk mendukung tercapainya CPMK yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, komponen kelima adalah metode pembelajaran yang akan digunakan dosen dalam proses perkuliahan. Metode tersebut dapat berupa ceramah interaktif, diskusi kelompok, project-based learning, problem-based learning, studi kasus, maupun pendekatan lain yang mendukung pembelajaran aktif. Komponen keenam adalah alokasi waktu yang menunjukkan distribusi waktu pembelajaran pada setiap topik atau pertemuan.

Komponen ketujuh adalah pengalaman belajar mahasiswa yang menggambarkan aktivitas nyata yang harus dilakukan mahasiswa untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan. Aktivitas tersebut dapat berupa diskusi, presentasi, observasi lapangan, penyusunan proyek, penelitian sederhana, maupun tugas mandiri. Komponen kedelapan adalah kriteria, indikator, dan bobot penilaian yang digunakan untuk mengukur ketercapaian hasil belajar mahasiswa secara objektif dan terukur.

Adapun komponen terakhir adalah daftar referensi yang memuat sumber-sumber rujukan utama maupun pendukung yang digunakan dalam pembelajaran. Referensi yang digunakan hendaknya mutakhir, relevan dengan perkembangan keilmuan, serta mendukung pencapaian kompetensi yang telah dirumuskan.

Melalui penjelasan mengenai sembilan komponen tersebut, peserta PKDP memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya menyusun RPS secara sistematis dan selaras dengan prinsip Outcome Based Education (OBE). RPS yang baik tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjamin mutu proses pendidikan serta ketercapaian kompetensi lulusan yang diharapkan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil

  Berikut Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil : Program Studi Perbankan Syariah (PS) 1B a.       FEBI1246001 – Bahasa Arab Ekonomi (2 SKS)  1)         Daftar Hadir   //   ABSEN                                 2)         Kontrak Perkuliahan // DOWNLOAD                       3)         RPS   // DOWNLOAD                                       4)         Mod...

DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  BERIKUT DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Akses Terbuka Gratis di Indonesia dan Internasional No Nama Jurnal Keterangan relevansi & catatan penting 1 GHAITSA: Islamic Education Journal Jurnal Islam, menyediakan akses bebas dan permanen ke artikel-artikelnya. ( Siducat ) 2 ISEDU: Islamic Education Journal Membuka akses bebas, tanpa biaya atau hambatan teknis untuk pembaca. ( Jurnal Kalimasada ) 3 Islamic Perspective on Educational Science Terbit 2 kali/tahun, tema termasuk filsafat pendidikan Islam, psikologi pendidikan, dsb. Gratis untuk pembaca. ( esi.isu.ac.ir ) 4 Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Fokus pada filsafat Islam & mistisisme. Akses penuh tanpa biaya. ( Jurnal Sadra ) 5 Journal of Islamic Education...

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS :  Berikut beberapa rumah jurnal gratis atau open access journals yang fokus atau menerima kajian tentang Al-Qur’an dan Hadis: Daftar Jurnal Gratis / Open Access tentang Studi Al-Qur’an dan Hadis No Nama Jurnal Keterangan / Penerbit / Link 1 AL QUDS: Jurnal Studi Alquran dan Hadis Biannual, peer review; fokus studi Al-Qur’an dan Hadis. ( Rumah Jurnal IAIN Curup ) 2 Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis Open Access (licence CC-BY-SA 4.0), UIN Imam Bonjol Padang. ( E-Journal UIN IB ) 3 Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Ilmu al-Qur’an & Tafsir Dept, UIN Syekh Nurjati Cirebon, SINTA 4. ( Jurnal Syekh Nurjati ) 4 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits STIQ Amuntai, Kalsel. ( Jurnal STIQ Amuntai ) 5 Al-Misbah: Journal of Quran, Hadith and Tafsir Studies STAI-PIQ Sumatera Barat. ( ejournal.staipiq.ac.id ) 6 Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Prodi Ilmu Al-Qur’an dan...