Langsung ke konten utama

Postingan

Merancang Pembelajaran Berdampak Melalui OBE: Refleksi Sesi Perencanaan Pembelajaran Bersama Dr. Maryono, M.Pd.

Merancang Pembelajaran Berdampak Melalui OBE: Refleksi Sesi Perencanaan Pembelajaran Bersama Dr. Maryono, M.Pd. Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) menjadi momentum penting bagi para dosen untuk memperkuat kompetensi pedagogik, khususnya dalam merancang pembelajaran yang efektif, terukur, dan berorientasi pada capaian. Dalam salah satu sesi pelatihan, Dr. Maryono, M.Pd., dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, menyampaikan materi tentang Perencanaan Pembelajaran dengan fokus pada implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam pendidikan tinggi. Pada sesi tersebut, Dr. Maryono menegaskan bahwa keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dosen dalam menyampaikan materi, tetapi juga oleh kualitas perencanaan yang disusun sebelum perkuliahan berlangsung. Perencanaan pembelajaran merupakan fondasi utama yang menentukan arah, strategi, metode, serta capaian yang ingin diwujudkan dalam proses pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa paradigma pendidikan t...

Moderasi Beragama dan Masa Depan Indonesia: Refleksi Materi PKDP Bersama Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag.

Moderasi Beragama dan Masa Depan Indonesia: Refleksi Materi PKDP Bersama Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) pada Sabtu, 20 Juni 2026, menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag., Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama Republik Indonesia. Dalam sesi yang mengangkat tema Moderasi Beragama, beliau mengajak seluruh peserta untuk memahami bahwa moderasi beragama bukan sekadar program pemerintah, melainkan kebutuhan mendasar bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Di awal penyampaiannya, Prof. Zainul  menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan masyarakatnya dalam mengelola keberagaman. Indonesia merupakan bangsa yang dibangun di atas fondasi kemajemukan agama, budaya, suku, dan bahasa. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi instrumen penting untuk menjaga persatuan dan menghindarkan bangsa dari berbagai be...

Moderasi Beragama sebagai Pilar Harmoni Bangsa: Membangun Sikap Inklusif di Tengah Keberagaman

Moderasi Beragama sebagai Pilar Harmoni Bangsa: Membangun Sikap Inklusif di Tengah Keberagaman Kegiatan Pelatihan Keterampilan Dasar Pendidikan (PKDP) yang diselenggarakan di Hotel Crown Tulungagung menghadirkan Dr. Eko Siswanto, M.H.I. sebagai narasumber pada sesi Moderasi Beragama. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan kehidupan berbangsa di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Berbekal pengalaman lebih dari dua belas tahun sebagai pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Papua, tiga tahun di FKUB Tulungagung, serta keterlibatan dalam Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT), Dr. Eko Siswanto memberikan perspektif yang komprehensif mengenai dinamika kehidupan keagamaan di Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama bukanlah upaya untuk mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, melainkan cara beragama yang mengedepankan keseimbangan, toleransi, dan penghormatan te...

Dari Budaya Scroll Menuju Budaya Tumbuh: Melampaui Diri di Era Digital

Dari Budaya Scroll Menuju Budaya Tumbuh: Melampaui Diri di Era Digital Pendahuluan Era digital telah menghadirkan kemudahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Melalui satu genggaman tangan, seseorang dapat mengakses informasi, hiburan, berita, bahkan kehidupan pribadi orang lain hanya dengan menggeser layar ke atas dan ke bawah. Aktivitas yang dikenal dengan istilah scrolling kini telah menjadi bagian dari rutinitas harian jutaan orang. Status media sosial, video pendek, dan berbagai konten digital terus mengalir tanpa henti. Di balik kemudahan tersebut, muncul fenomena yang semakin mengkhawatirkan, yaitu menurunnya produktivitas, berkurangnya daya fokus, dan meningkatnya kecenderungan untuk menunda pekerjaan. Banyak individu menghabiskan berjam-jam untuk melihat kehidupan orang lain tanpa menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi dirinya sendiri. Budaya scroll perlahan menggeser budaya berkarya. Pertanyaannya, sampai kapan kita menjadi penonton dalam kehidupan o...

التعريفُ بِالِاقْتِصَادِ الإِسْلَامِيِّ

  التعريفُ بِالِاقْتِصَادِ الإِسْلَامِيِّ أولًا: معنى الاقتصاد الإسلامي الِاقْتِصَادُ الْإِسْلَامِيُّ هُوَ نِظَامٌ اقْتِصَادِيٌّ قَائِمٌ عَلَى مَبَادِئِ الشَّرِيعَةِ الْإِسْلَامِيَّةِ، يَهْدِفُ إِلَى تَحْقِيقِ الْعَدَالَةِ الِاجْتِمَاعِيَّةِ، وَالتَّوَازُنِ الِاقْتِصَادِيِّ، وَتَوْفِيرِ الْحَيَاةِ الْكَرِيمَةِ لِلْإِنْسَانِ، مِنْ خِلَالِ تَنْظِيمِ النَّشَاطَاتِ الِاقْتِصَادِيَّةِ وَفْقًا لِأَحْكَامِ الْإِسْلَامِ .   Ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip syariat Islam, yang bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial, keseimbangan ekonomi, dan menyediakan kehidupan yang layak bagi manusia, melalui pengaturan berbagai aktivitas ekonomi sesuai dengan ketentuan-ketentuan Islam.   Tabel Kosakata الِاقْتِصَادُ الْإِسْلَامِيُّ No. Kosakata Arab Cara Baca Arti Bahasa Indonesia 1 الِاقْتِصَادُ al-iqti ṣā du ekonomi ...