Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Menjaga Kehormatan di Tengah Dunia yang Terbuka

Menjaga Kehormatan di Tengah Dunia yang Terbuka Di era ketika dunia semakin terbuka, batas antara yang pribadi dan yang publik kian menipis. Teknologi, media sosial, dan budaya global mendorong manusia untuk menampilkan dirinya tanpa sekat. Dalam arus keterbukaan ini, muncul satu pertanyaan mendasar: di manakah letak kehormatan manusia, dan bagaimana cara menjaganya? Kehormatan bukanlah sesuatu yang melekat pada penampilan luar semata, melainkan tumbuh dari cara seseorang memandang dirinya sendiri. Ia berakar pada kesadaran bahwa manusia bukan sekadar tubuh, tetapi juga jiwa, nilai, dan tanggung jawab moral. Ketika seseorang menghormati dirinya, ia akan secara alami membangun batasan—bukan untuk menjauh dari dunia, tetapi untuk melindungi hal-hal yang dianggap suci dan bermakna. Batasan dalam kehidupan sosial sering disalahpahami sebagai tembok pemisah. Padahal, dalam banyak tradisi nilai, batasan justru berfungsi sebagai jembatan yang mengarahkan hubungan agar tetap berada dalam korid...

Menautkan Rasa Suka pada Jalan Ilahi

Menautkan Rasa Suka pada Jalan Ilahi Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak pernah lepas dari rasa suka. Suka terhadap sesuatu—baik itu harta, jabatan, ilmu, relasi, maupun hobi—adalah bagian dari fitrah yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Namun, rasa suka tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Ketika seseorang melibatkan rasa sukanya karena Allah, maka segala aktivitas duniawi yang dijalani akan bernilai ibadah. Ia tidak hanya menikmati apa yang dicintainya, tetapi juga menata niat agar setiap langkahnya selaras dengan syariat dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, jika rasa suka dilepaskan dari bingkai keimanan, ia berpotensi berubah menjadi berlebihan. Nafsu diri akan mengambil alih kendali, menjadikan manusia terbuai oleh kenikmatan sesaat. Pada titik inilah pintu godaan setan terbuka lebar, mengarahkan manusia pada sikap lalai, sombong, dan jauh dari nilai-nilai ketakwaan. Rasa suka yang seharusnya menjadi sumber kebaikan justru d...

Membaca Kitab Kuning sebagai Pilar Peradaban Ilmu di Dunia Pesantren

Membaca Kitab Kuning sebagai Pilar Peradaban Ilmu di Dunia Pesantren Membaca kitab kuning merupakan tradisi yang sangat familiar dan mengakar kuat di dunia pesantren. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah proses pewarisan peradaban ilmu yang telah berlangsung selama berabad-abad. Di balik lembaran-lembaran kitab klasik yang ditulis tanpa harakat itu, tersimpan khazanah pemikiran ulama terdahulu yang menjadi rujukan utama dalam memahami ajaran Islam secara mendalam dan komprehensif. Bagi santri, ketekunan dalam mengkaji kitab kuning adalah wujud kesungguhan dalam menelusuri jejak intelektual para ulama. Setiap baris teks mengajarkan tidak hanya aspek keilmuan, tetapi juga nilai kesabaran, kedisiplinan, dan adab dalam menuntut ilmu. Proses membaca, memaknai, dan mendiskusikan isi kitab bersama kiai atau ustaz menjadi ruang pembentukan karakter yang membedakan pendidikan pesantren dari sistem pendidikan lainnya. Lebih dari itu, kitab kuning berperan sebagai jemb...

Di Antara Sesak dan Syukur: Hikmah Perjalanan Bersama Bus Harapan Jaya

Perjalanan saya dari Tulungagung menuju Trenggalek kali ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah pengalaman yang menyimpan banyak pelajaran. Saya menumpang Bus Harapan Jaya yang, pada hari itu, ditumpangi lebih dari 70 penumpang. Suasana di dalam bus terasa padat, bahkan cenderung sesak. Namun, di balik ruang yang terbatas itu, tersimpan kisah tentang kebersamaan, kesabaran, dan makna perjalanan itu sendiri. Sejak langkah pertama menaiki bus, saya langsung merasakan atmosfer yang berbeda. Bangku-bangku terisi penuh, lorong sempit dipenuhi tas dan barang bawaan, serta suara percakapan yang saling bersahutan. Ada ibu yang menenangkan anaknya, ada pekerja yang terlelap setelah seharian beraktivitas, dan ada pula mahasiswa yang sibuk dengan ponselnya. Dalam kepadatan itu, saya belajar bahwa setiap orang membawa cerita dan tujuan masing-masing, namun kami dipersatukan oleh satu arah perjalanan yang sama. Dari sisi kelebihan, Bus Harapan Jaya menawarkan kemudahan akses dan harga ...