Tidak Apa-Apa Jika Hari Ini Kamu Lelah
Ada masa ketika seseorang merasa begitu lelah, tetapi tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Bukan karena tidak memiliki orang di sekitar, melainkan karena terkadang ada perasaan yang terlalu sulit untuk dijelaskan. Ingin menangis, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya ingin ditangisi. Ingin menyerah, tetapi masih ada sesuatu yang membuat hati berkata, “Coba bertahan sedikit lagi.”
Mungkin hari ini kamu sedang berada di titik itu.
Tugas yang belum selesai, penelitian yang terasa tidak kunjung menemukan jalan, revisi yang datang berkali-kali, pekerjaan yang harus tetap diselesaikan, dan berbagai persoalan kehidupan yang datang bersamaan. Semuanya terasa menumpuk. Pikiran menjadi penuh, sementara tenaga dan semangat perlahan habis.
Pada akhirnya, muncul pertanyaan dalam diri:
“Apakah aku benar-benar mampu menyelesaikan semua ini?”
Jika pertanyaan itu pernah muncul dalam pikiranmu, ketahuilah bahwa kamu tidak sendirian.
Menjadi mahasiswa pascasarjana bukan perjalanan yang selalu dipenuhi keyakinan. Ada hari ketika kita merasa sangat percaya diri, tetapi ada pula hari ketika membuka laptop saja terasa begitu berat. Ada saat ketika kita melihat pencapaian orang lain dan mulai membandingkannya dengan perjalanan diri sendiri.
“Kok dia sudah selesai, sedangkan aku masih di sini?”
Pertanyaan seperti itu terkadang membuat kita lupa bahwa setiap orang memiliki jalan yang berbeda. Kita sering melihat hasil akhir orang lain, tetapi tidak pernah melihat seluruh perjuangan yang mereka lalui untuk sampai ke sana.
Karena itu, jangan terlalu keras kepada dirimu sendiri.
Tidak semua hari harus menjadi hari yang produktif. Tidak semua langkah harus besar. Terkadang, mampu bangun dan mencoba kembali saja sudah merupakan sebuah keberanian.
Jika hari ini kamu hanya mampu menyelesaikan satu halaman, maka selesaikanlah satu halaman itu.
Jika hari ini kamu hanya mampu membaca beberapa paragraf, bacalah dengan tenang.
Jika hari ini kamu membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, beristirahatlah.
Beristirahat bukan berarti menyerah.
Berhenti sejenak bukan berarti gagal.
Dan berjalan perlahan bukan berarti kamu tertinggal.
Yang paling penting adalah jangan kehilangan keyakinan bahwa perjalananmu memiliki arti.
Mungkin saat ini kamu belum melihat hasil dari semua kerja kerasmu. Namun, setiap buku yang kamu baca, setiap data yang kamu kumpulkan, setiap paragraf yang kamu tulis, setiap revisi yang kamu kerjakan, dan setiap malam yang kamu lewati dengan penuh perjuangan sedang membentuk dirimu menjadi seseorang yang lebih kuat.
Suatu hari nanti, mungkin kamu akan melihat kembali masa ini dan tersenyum.
Bukan karena perjalanan itu mudah, tetapi karena kamu berhasil melewatinya.
Maka, jika hari ini hatimu sedang gundah, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa semuanya akan gagal. Berikan dirimu kesempatan untuk bernapas. Tenangkan pikiran. Susun kembali langkahmu.
Tidak perlu menyelesaikan seluruh perjalanan hari ini.
Cukup lakukan satu langkah kecil. Kemudian satu langkah berikutnya.
Sebab perjalanan yang panjang pun selalu dimulai dari satu langkah.
Dan jika tidak ada seorang pun yang mengatakannya kepadamu hari ini, biarkan tulisan ini menjadi pengingat:
Kamu sudah sampai sejauh ini. Itu bukan sesuatu yang kecil.
Kamu mungkin lelah, tetapi kamu masih bertahan.
Kamu mungkin sedang bingung, tetapi kamu masih mencari jalan.
Kamu mungkin sedang takut, tetapi kamu masih mencoba.
Dan selama kamu masih mau mencoba, selalu ada alasan untuk berharap.
Teruslah berjalan. Pelan tidak apa-apa. Istirahat boleh. Menangis pun tidak apa-apa. Tetapi setelah itu, bangkitlah kembali.
Karena mungkin, di balik segala kegundahan yang sedang kamu rasakan hari ini, ada masa depan yang sedang menunggumu.
Belum selesai bukan berarti gagal.
Belum sampai bukan berarti tersesat.
Dan belum berhasil bukan berarti tidak akan berhasil.
Tetaplah berproses.
Kamu tidak harus menjadi hebat hari ini. Kamu hanya perlu cukup kuat untuk mencoba sekali lagi.
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Kami.