Menimba Hikmah dari Tanah Suci: Silaturahmi dan Ziarah Haji ke Kediaman Prof. Dr. Ngainun Naim
Pada hari Senin pukul 19.30 WIB, saya berkesempatan melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus ziarah haji ke kediaman Prof. Dr. Ngainun Naim setelah beliau kembali dari menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kunjungan ini menjadi momen yang sangat berharga karena selain untuk menyampaikan ucapan selamat atas kepulangan beliau, juga untuk mendengarkan secara langsung pengalaman spiritual dan perjalanan ibadah yang beliau jalani selama berada di Arab Saudi.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, kami terlebih dahulu menanyakan keadaan dan kondisi kesehatan beliau setelah pulang dari ibadah haji. Prof. Dr. Ngainun Naim menyampaikan rasa syukur karena dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Beliau juga menceritakan berbagai pengalaman yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, mulai dari persiapan keberangkatan, pelaksanaan berbagai ritual haji, hingga interaksi dengan jamaah dari berbagai negara.
Salah satu pengalaman yang sangat berkesan adalah kesempatan beliau untuk melaksanakan ibadah Arba'in di Masjid Nabawi, Madinah. Beliau mengungkapkan rasa syukur karena dapat menyempurnakan pelaksanaan salat berjamaah selama empat puluh waktu secara berturut-turut di masjid yang menjadi salah satu tempat paling mulia bagi umat Islam tersebut. Menurut beliau, pengalaman spiritual di Masjid Nabawi memberikan ketenangan batin yang mendalam dan menjadi kenangan yang tidak terlupakan.
Selain itu, beliau juga menceritakan tantangan yang dihadapi selama berada di Makkah, terutama terkait kondisi cuaca yang sangat panas. Suhu udara saat itu bahkan mencapai sekitar 50 derajat Celsius. Meskipun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para jamaah untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Beliau menegaskan bahwa ibadah haji mengajarkan nilai-nilai keteguhan, kesabaran, dan kepasrahan kepada Allah Swt. dalam menghadapi berbagai situasi.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ngainun Naim juga menjelaskan bahwa beliau termasuk dalam kategori jamaah haji khusus. Secara nasional, jumlah jamaah haji khusus pada tahun tersebut mencapai sekitar 16.000 orang dari seluruh Indonesia. Adapun keberangkatan beliau menggunakan kuota haji khusus yang berasal dari Jakarta. Pengalaman tersebut memberikan banyak pelajaran berharga mengenai manajemen pelaksanaan ibadah haji serta pentingnya persiapan fisik, mental, dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Kegiatan ziarah haji ini berlangsung dengan suasana yang penuh keakraban dan sarat akan nilai-nilai spiritual. Di akhir pertemuan, Prof. Dr. Ngainun Naim berkenan memimpin doa bersama. Dalam doa tersebut beliau memohon keberkahan, kesehatan, kemudahan dalam menjalankan aktivitas, serta kesempatan bagi seluruh umat Islam untuk dapat menunaikan ibadah haji dan umrah. Setelah doa bersama, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan atas pertemuan yang penuh makna tersebut.
Kunjungan ini memberikan banyak inspirasi dan pelajaran berharga, terutama mengenai pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Pengalaman haji yang diceritakan oleh Prof. Dr. Ngainun Naim menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas ibadah dan mempersiapkan diri agar suatu saat dapat mengikuti jejak beliau menunaikan rukun Islam yang kelima.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Kami.