INTISARI PIDATO REKTOR UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG
Peringatan Hari Lahir Pancasila
1 Juni 2026
Tema: "Falsafah Jawa dalam Membangun Kampus Dakwah dan Peradaban"
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pada momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, marilah kita meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan keislaman dalam membangun UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai kampus dakwah dan peradaban yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral yang mengajarkan ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Jawa yang selama berabad-abad membentuk karakter bangsa Indonesia.
Dalam membangun UIN SATU Tulungagung, terdapat lima falsafah Jawa yang perlu menjadi ruh gerakan bersama:
1. Sumeleh (Ikhlas)
Sumeleh adalah sikap menyerahkan hasil terbaik kepada Allah SWT setelah berikhtiar secara maksimal. Dalam konteks akademik, sumeleh diwujudkan melalui ikhlas beramal, bekerja bukan semata karena jabatan, penghargaan, atau kepentingan pribadi, tetapi sebagai bentuk pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.
2. Sumende (Bersandar kepada Allah)
Sumende mengajarkan bahwa kekuatan sejati berasal dari Allah SWT. Kemajuan kampus tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan besarnya anggaran, tetapi juga oleh keberkahan yang lahir dari ketakwaan dan ketergantungan penuh kepada Allah semata.
3. Sabar
Sabar merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan perubahan zaman. Pengembangan kampus unggul memerlukan proses panjang, konsistensi, dan ketahanan menghadapi berbagai dinamika. Sabar adalah kekuatan untuk tetap istiqamah dalam perjuangan.
4. Sregep (Rajin dan Produktif)
Sregep berarti tekun bekerja, terus belajar, dan tidak mudah menyerah. Budaya akademik yang unggul lahir dari civitas akademika yang aktif berkarya, meneliti, mengabdi, dan berinovasi untuk kemajuan umat dan bangsa.
5. Sopan Santun
Sopan santun merupakan identitas budaya bangsa yang harus tetap terjaga di tengah perkembangan global. Kampus peradaban tidak hanya melahirkan insan cerdas, tetapi juga manusia yang berakhlak mulia, menghormati sesama, dan menjunjung tinggi etika akademik.
Tekun, Tegen, Teken, dan Tekan
Nilai-nilai tersebut diperkuat oleh empat karakter unggul masyarakat Jawa:
• Tekun, yaitu konsisten dalam belajar, bekerja, dan berkarya.
• Tegen, yaitu kuat, tangguh, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
• Teken, yaitu memiliki komitmen dan pegangan nilai yang kuat dalam menjalankan amanah.
• Tekan, yaitu berorientasi pada hasil, mampu mencapai target, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karakter inilah yang harus menjadi fondasi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan transformasi UIN SATU Tulungagung.
UIN SATU SIP: Sustainable, Inclusive, Partnership
Dalam perjalanan menuju kampus unggul bereputasi internasional, UIN SATU Tulungagung mengusung semangat SIP:
• Sustainable: membangun kampus yang berkelanjutan dalam bidang akademik, lingkungan, tata kelola, dan pengembangan sumber daya manusia.
• Inclusive: menghadirkan ruang pendidikan yang terbuka, ramah, dan menghargai keberagaman.
• Partnership: memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, lembaga pendidikan, pesantren, serta masyarakat global.
Melalui semangat Pancasila, nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin, dan kearifan budaya Jawa, kita optimis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung akan semakin kokoh menjadi pusat dakwah, pusat keilmuan, dan pusat peradaban yang memberikan manfaat luas bagi Indonesia dan dunia.
Dirgahayu Pancasila 1 Juni 2026.
"Memperkokoh Ideologi Pancasila, Membangun Indonesia Raya, Menuju Kampus Dakwah dan Peradaban yang Berkelanjutan."
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Kami.