UIN SATU Tulungagung Pecahkan Rekor MURI Lewat 3.648 Tong Sampah Bambu
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Melalui kreativitas dan kepedulian mahasiswa barunya, kampus hijau tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan membuat 3.648 tong sampah bambu. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen UIN SATU dalam menghadirkan inovasi ramah lingkungan sekaligus menguatkan nilai-nilai akademik dan sosial di tengah masyarakat.
Rekor tersebut tercipta dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2025 yang digelar pada Selasa (26/8/2025). Ribuan mahasiswa baru berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut dengan penuh semangat. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan tradisi akademik, tetapi juga dilatih untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak hari pertama memasuki dunia kampus.
Kegiatan pembuatan tong sampah bambu ini berlangsung dengan meriah. Mahasiswa baru secara berkelompok mengolah bahan bambu menjadi wadah sampah yang fungsional dan estetik. Hasilnya, ribuan tong sampah ramah lingkungan itu siap digunakan tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga berpotensi memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Perwakilan MURI, Sri Widayati, mengapresiasi capaian tersebut usai melakukan verifikasi. “Mahasiswa baru UIN SATU Tulungagung begitu masuk sudah langsung menjadi kebanggaan tersendiri. Jumlah 3.648 tong sampah bambu ini bukan hanya rekor, tapi juga kontribusi nyata bagi bumi yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Rekor MURI ini sekaligus mempertegas reputasi UIN SATU Tulungagung sebagai kampus yang terus mengukir prestasi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam akademik dan riset, UIN SATU juga menunjukkan kepeloporan dalam gerakan peduli lingkungan. Inisiatif mahasiswa barunya menjadi simbol bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.
Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga memiliki makna edukatif. Para mahasiswa baru dilatih bekerja sama, mengasah kreativitas, dan membangun solidaritas melalui kegiatan sederhana namun penuh makna. Nilai-nilai ini menjadi pondasi penting bagi perjalanan akademik mereka ke depan, sekaligus memperkuat karakter sebagai insan berilmu yang berintegritas.
Dengan torehan rekor baru ini, UIN SATU Tulungagung semakin menegaskan diri sebagai kampus yang inovatif, inspiratif, dan berdaya saing nasional. 3.648 tong sampah bambu bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen terhadap lingkungan dan peradaban. Capaian ini diharapkan mampu memotivasi civitas akademika untuk terus menghadirkan karya-karya nyata demi bumi yang lebih tersenyum dan masa depan yang lebih hijau.
%20Tulungagung%20berhasil%20memecahkan%20rekor%20Museum%20Rekor%20Dunia%20Indonesia%20(MURI)%20melalui%20kegiatan%20Pengenalan%20Budaya%20Akademik%20dan%20Kemahasiswaan%20(.png)
Komentar
Posting Komentar
Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Kami.