Langsung ke konten utama

Toilet Jongkok vs Toilet Duduk: Mana yang Lebih Sehat untuk BAB?

 


Toilet Jongkok vs Toilet Duduk: Mana yang Lebih Sehat untuk BAB?

Kebiasaan Buang Air Besar (BAB) mungkin bukan topik yang sering dibicarakan secara terbuka, namun memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan pencernaan dan overall well-being. Selama bertahun-tahun, dua jenis toilet dominan digunakan masyarakat: toilet duduk (modern) dan toilet jongkok (tradisional). Manakah yang sebenarnya lebih menyehatkan? Berikut adalah analisis mendalam berdasarkan posisi dan dampaknya pada tubuh.

1. BAB Posisi Duduk: Kenyamanan yang Memiliki Risiko

Toilet duduk sering dianggap sebagai simbol modernitas dan kenyamanan. Namun, di balik itu, posisi ini menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Proses BAB yang Lebih Sulit

Dalam posisi duduk, otot puborectalis—yang bertugas menahan feses agar tidak keluar secara tidak saksama—justru mengencang dan sebagian menutup rektum. Hal ini membuat saluran pembuangan menyempit, sehingga proses pengeluaran tinja menjadi tidak optimal. Akibatnya, seseorang perlu mengejan lebih keras dan menghabiskan waktu lebih lama di toilet.

Risiko Penyakit Jangka Panjang

Mengejan terlalu keras dan duduk terlalu lama dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen, yang berisiko memicu atau memperparah wasir (hemoroid). Selain itu, kebiasaan ini juga berkontribusi terhadap sembelit kronis karena tidak semua tinja keluar secara tuntas.

Risiko Infeksi dan Penularan Penyakit

Permukaan dudukan toilet yang menjadi tempat bersentuhan langsung dengan kulit merupakan sarang potensial bagi bakteri dan virus. Bakteri E. coli dan Shigella, serta virus seperti hepatitis A dan norovirus, dapat bertahan di permukaan tersebut. Kontak kulit dengan permukaan yang terkontaminasi dapat meningkatkan risiko infeksi saluran cerna, diare, bahkan flu.

2. BAB Posisi Jongkok: Posisi Alami yang Penuh Manfaat

Toilet jongkok, meski sering dianggap tradisional dan kurang nyaman, justru merupakan posisi yang lebih sesuai dengan anatomi alami manusia.

Mekanisme yang Lebih Efisien

Posisi jongkok membuat sudut antara rektum dan anus menjadi lurus, sehingga tinja dapat melintas dengan lebih mudah dan tanpa hambatan. Otot puborectalis menjadi rileks sepenuhnya, sehingga pembukaan anus maksimal dan proses pengeluaran tinja menjadi lebih cepat dan tuntas.

Manfaat Kesehatan yang Terbukti

Beberapa penelitian, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan pencernaan, menyebutkan bahwa BAB dengan posisi jongkok dapat mencegah dan meredakan sembelit, wasir, dan perut kembung. Posisi ini juga membantu mengosongkan usus besar secara lebih sempurna, sehingga mengurangi risiko penumpukan sisa kotoran yang dapat memicu masalah kesehatan lebih lanjut.

Mengurangi Ketegangan dan Waktu

Karena prosesnya lebih efisien, waktu yang dihabiskan di toilet menjadi lebih singkat. Selain itu, Anda tidak perlu mengejan berlebihan, sehingga mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah di area anus dan mencegah wasir.

Kesimpulan: Kembali ke Alam untuk Kesehatan yang Lebih Baik

Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa toilet jongkok memberikan lebih banyak manfaat kesehatan dibandingkan toilet duduk. Posisi jongkok memanfaatkan gravitasi dan anatomi alami tubuh untuk memudahkan proses eliminasi, mengurangi risiko penyakit, dan meningkatkan efisiensi waktu.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa toilet duduk memberikan kenyamanan, terutama bagi lansia atau orang dengan keterbatasan fisik. Bagi yang tetap ingin menggunakan toilet duduk tetapi ingin mendapatkan manfaat posisi jongkok, solusinya adalah dengan menggunakan bangku kecil (squat stool) untuk mengangkat kaki dan meniru posisi jongkok.

Dengan memahami dampak setiap posisi, kita dapat membuat pilihan yang lebih cerdas untuk kesehatan jangka panjang. Jadi, lain kali Anda ke toilet, pertimbangkan untuk "jongkok"—secara harfiah atau dengan bantuan alat—untuk BAB yang lebih sehat dan efisien.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil

  Berikut Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil : Program Studi Perbankan Syariah (PS) 1B a.       FEBI1246001 – Bahasa Arab Ekonomi (2 SKS)  1)         Daftar Hadir   //   ABSEN                                 2)         Kontrak Perkuliahan // DOWNLOAD                       3)         RPS   // DOWNLOAD                                       4)         Mod...

DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  BERIKUT DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Akses Terbuka Gratis di Indonesia dan Internasional No Nama Jurnal Keterangan relevansi & catatan penting 1 GHAITSA: Islamic Education Journal Jurnal Islam, menyediakan akses bebas dan permanen ke artikel-artikelnya. ( Siducat ) 2 ISEDU: Islamic Education Journal Membuka akses bebas, tanpa biaya atau hambatan teknis untuk pembaca. ( Jurnal Kalimasada ) 3 Islamic Perspective on Educational Science Terbit 2 kali/tahun, tema termasuk filsafat pendidikan Islam, psikologi pendidikan, dsb. Gratis untuk pembaca. ( esi.isu.ac.ir ) 4 Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Fokus pada filsafat Islam & mistisisme. Akses penuh tanpa biaya. ( Jurnal Sadra ) 5 Journal of Islamic Education...

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS :  Berikut beberapa rumah jurnal gratis atau open access journals yang fokus atau menerima kajian tentang Al-Qur’an dan Hadis: Daftar Jurnal Gratis / Open Access tentang Studi Al-Qur’an dan Hadis No Nama Jurnal Keterangan / Penerbit / Link 1 AL QUDS: Jurnal Studi Alquran dan Hadis Biannual, peer review; fokus studi Al-Qur’an dan Hadis. ( Rumah Jurnal IAIN Curup ) 2 Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis Open Access (licence CC-BY-SA 4.0), UIN Imam Bonjol Padang. ( E-Journal UIN IB ) 3 Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Ilmu al-Qur’an & Tafsir Dept, UIN Syekh Nurjati Cirebon, SINTA 4. ( Jurnal Syekh Nurjati ) 4 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits STIQ Amuntai, Kalsel. ( Jurnal STIQ Amuntai ) 5 Al-Misbah: Journal of Quran, Hadith and Tafsir Studies STAI-PIQ Sumatera Barat. ( ejournal.staipiq.ac.id ) 6 Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Prodi Ilmu Al-Qur’an dan...