Langsung ke konten utama

Gelombang Protes Rakyat dan Krisis Kepercayaan Pasca Demonstrasi 28–29 Agustus 2025



Sumber SS : https://www.youtube.com/watch?v=CD7-icUzsrQ

Gelombang Protes Rakyat dan Krisis Kepercayaan Pasca Demonstrasi 28–29 Agustus 2025

Pada tanggal 28–29 Agustus 2025, Indonesia diguncang oleh aksi demonstrasi besar-besaran yang berpusat di depan Gedung DPR RI. Aksi ini dipicu oleh keputusan kontroversial DPR yang menaikkan gaji anggota legislatif secara signifikan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang semakin memburuk. Rakyat menilai keputusan tersebut sebagai bentuk ketidakadilan yang nyata dan semakin memperlihatkan jurang antara elit politik dengan masyarakat. Awalnya demonstrasi berlangsung damai, namun situasi berubah menjadi kerusuhan setelah aparat keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah massa.

Tragedi semakin memilukan ketika seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan, yang tidak terlibat langsung dalam aksi, meninggal dunia setelah dilindas kendaraan taktis polisi. Peristiwa ini menjadi simbol kekerasan dan ketidakadilan yang memicu kemarahan publik. Aksi lanjutan pun bermunculan, dipelopori oleh mahasiswa dan masyarakat sipil yang menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut. Pemerintah merespons dengan langkah-langkah represif, termasuk pelarangan live streaming dan pengamanan ketat, namun tindakan ini justru memperkuat citra ketakutan dan menambah ketidakpercayaan rakyat terhadap aparat keamanan.

Di sisi lain, pejabat keamanan melontarkan narasi kontroversial dengan menyebut adanya dugaan pendanaan asing dalam aksi tersebut. Klaim ini menimbulkan spekulasi bahwa ada motif geopolitik di balik kerusuhan, meskipun kebenarannya diragukan banyak pihak. Lembaga HAM, serikat pekerja, dan berbagai organisasi masyarakat mengecam keras tindakan aparat serta narasi yang dianggap berusaha mengalihkan perhatian dari akar masalah, yakni ketidakadilan sosial dan ekonomi yang melilit rakyat.

Situasi ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan krisis. Penggunaan kekerasan justru memperdalam luka kolektif, terutama setelah korban jiwa berjatuhan. Kematian Afan Kurniawan kini menjadi simbol perlawanan terhadap kekuasaan yang dianggap abai terhadap nasib rakyat. Di tengah ketegangan, rakyat semakin sulit mempercayai institusi negara karena respon pemerintah cenderung menutup ruang dialog dan membungkam aspirasi masyarakat.

Gelombang protes diperkirakan akan terus berlanjut. Keterlibatan mahasiswa dan masyarakat sipil dalam aksi lanjutan menjadi sinyal bahwa ketidakpuasan rakyat belum mereda. Potensi eskalasi konflik semakin besar jika pemerintah tetap bersikukuh mempertahankan kebijakan elitis dan tindakan represif. Banyak pihak khawatir ketegangan ini akan berkembang menjadi krisis politik yang lebih luas jika tidak ada langkah solutif yang berpihak kepada rakyat.

Di tengah krisis ini, peran media dan komunikasi menjadi sangat penting. Sensor dan pembatasan liputan hanya memperkuat citra pemerintah yang menutup diri, sementara masyarakat tetap berjuang menyuarakan aspirasi melalui jalur alternatif. Klaim pendanaan asing pun semakin memperkeruh keadaan, menimbulkan kesan adanya upaya politik untuk memecah belah dan mendeligitimasi gerakan rakyat. Hal ini justru menambah ketidakpercayaan terhadap pemerintah sekaligus memperbesar peluang lahirnya gerakan massa yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

Dengan demikian, demonstrasi 28–29 Agustus 2025 bukan sekadar protes atas kenaikan gaji DPR, tetapi cerminan dari akumulasi ketidakpuasan rakyat terhadap sistem politik yang dianggap tidak adil. Ketidakpercayaan rakyat terhadap institusi pemerintah dan aparat keamanan kini semakin dalam, dan jika tidak segera diatasi dengan reformasi struktural serta solusi yang berpihak kepada rakyat, Indonesia berisiko menghadapi krisis politik yang lebih serius dan berlarut-larut. Reformasi politik dan perbaikan sistem keamanan menjadi kebutuhan mendesak agar stabilitas sosial dan politik dapat pulih, serta agar hak-hak rakyat untuk bersuara dan mendapatkan keadilan tetap terjamin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil

  Berikut Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil : Program Studi Perbankan Syariah (PS) 1B a.       FEBI1246001 – Bahasa Arab Ekonomi (2 SKS)  1)         Daftar Hadir   //   ABSEN                                 2)         Kontrak Perkuliahan // DOWNLOAD                       3)         RPS   // DOWNLOAD                                       4)         Mod...

DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  BERIKUT DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Akses Terbuka Gratis di Indonesia dan Internasional No Nama Jurnal Keterangan relevansi & catatan penting 1 GHAITSA: Islamic Education Journal Jurnal Islam, menyediakan akses bebas dan permanen ke artikel-artikelnya. ( Siducat ) 2 ISEDU: Islamic Education Journal Membuka akses bebas, tanpa biaya atau hambatan teknis untuk pembaca. ( Jurnal Kalimasada ) 3 Islamic Perspective on Educational Science Terbit 2 kali/tahun, tema termasuk filsafat pendidikan Islam, psikologi pendidikan, dsb. Gratis untuk pembaca. ( esi.isu.ac.ir ) 4 Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Fokus pada filsafat Islam & mistisisme. Akses penuh tanpa biaya. ( Jurnal Sadra ) 5 Journal of Islamic Education...

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS :  Berikut beberapa rumah jurnal gratis atau open access journals yang fokus atau menerima kajian tentang Al-Qur’an dan Hadis: Daftar Jurnal Gratis / Open Access tentang Studi Al-Qur’an dan Hadis No Nama Jurnal Keterangan / Penerbit / Link 1 AL QUDS: Jurnal Studi Alquran dan Hadis Biannual, peer review; fokus studi Al-Qur’an dan Hadis. ( Rumah Jurnal IAIN Curup ) 2 Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis Open Access (licence CC-BY-SA 4.0), UIN Imam Bonjol Padang. ( E-Journal UIN IB ) 3 Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Ilmu al-Qur’an & Tafsir Dept, UIN Syekh Nurjati Cirebon, SINTA 4. ( Jurnal Syekh Nurjati ) 4 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits STIQ Amuntai, Kalsel. ( Jurnal STIQ Amuntai ) 5 Al-Misbah: Journal of Quran, Hadith and Tafsir Studies STAI-PIQ Sumatera Barat. ( ejournal.staipiq.ac.id ) 6 Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Prodi Ilmu Al-Qur’an dan...