Langsung ke konten utama

“Tafsir al-Bisri Juz 30: Warisan Keilmuan KH. Bisri Mustofa yang Membumi”

 


“Tafsir al-Bisri Juz 30: Warisan Keilmuan KH. Bisri Mustofa yang Membumi”

Kitab Tafsir al-Bisri Juz 30 merupakan salah satu karya monumental dari KH. Bisri Mustofa, seorang ulama besar asal Rembang, Jawa Tengah, yang dikenal luas sebagai mufassir, sastrawan, dan tokoh Nahdlatul Ulama. Kitab ini menjadi istimewa karena disusun dengan pendekatan yang membumi, menggunakan bahasa Jawa dengan gaya yang mudah dipahami oleh masyarakat awam sekalipun. Hal ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap kebutuhan umat dalam memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya juz ‘amma (juz ke-30) yang sering dibaca dalam shalat dan pengajian.

KH. Bisri Mustofa menyusun tafsir ini dalam bentuk kitab terjemah pegon, menjadikannya unik di antara karya-karya tafsir lainnya. Penggunaan bahasa Jawa ngoko alus dengan sentuhan sastra membuat kitab ini tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menghibur dan menyentuh rasa. Model penafsiran ini sangat relevan dengan konteks masyarakat pesantren dan desa di Jawa pada masa itu, yang lebih akrab dengan bahasa daerah daripada bahasa Arab atau Indonesia.

Tafsir ini tidak hanya menjelaskan arti harfiah ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi juga mengupas nilai-nilai moral, aqidah, dan pesan-pesan sosial yang terkandung di dalamnya. Misalnya, dalam menafsirkan surat Al-Ma'un, KH. Bisri Mustofa menekankan pentingnya sikap peduli terhadap sesama, terutama anak yatim dan kaum miskin. Penafsiran beliau sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga mudah diaplikasikan dalam praktik keagamaan.

Kitab ini juga mencerminkan keluasan wawasan keislaman KH. Bisri Mustofa. Meskipun menggunakan bahasa Jawa, kandungan tafsir ini tetap berdasarkan rujukan-rujukan klasik Islam yang kuat. Beliau menyederhanakan bahasa dan gaya penyampaian tanpa mengurangi kedalaman makna dan kekayaan ilmu dari ayat-ayat yang ditafsirkannya. Inilah yang menjadikan tafsir ini dapat menjembatani umat yang awam terhadap bahasa Arab agar tetap bisa memahami isi Al-Qur’an secara benar.

Dalam menyusun tafsir ini, KH. Bisri Mustofa juga menyisipkan kritik sosial dan refleksi keagamaan yang halus namun tajam. Ia tidak hanya memposisikan dirinya sebagai mufassir, tetapi juga sebagai pendidik dan penyampai pesan moral bagi umat. Kitab ini menjadi semacam nasihat kehidupan yang sangat kontekstual dan membumi, seolah menjawab langsung berbagai persoalan umat saat itu.

Tafsir al-Bisri juga mencerminkan ciri khas ulama pesantren yang menggabungkan ilmu-ilmu agama dengan kearifan lokal. Hal ini penting karena keberagamaan masyarakat Jawa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal. KH. Bisri Mustofa dengan arif memadukan dua unsur ini sehingga ajaran Islam bisa diterima tanpa harus menabrak budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Keistimewaan lain dari tafsir ini adalah gaya bahasa yang komunikatif dan bersahabat. KH. Bisri Mustofa sering kali menyampaikan tafsir dalam bentuk tanya-jawab atau analogi sederhana yang relevan dengan kehidupan pedesaan. Pendekatan ini membuat pesan-pesan Al-Qur’an terasa dekat dan tidak mengintimidasi, bahkan untuk pembaca yang baru belajar agama.

Kitab tafsir ini banyak digunakan dalam pengajian-pengajian di pesantren maupun di masyarakat umum. Bahkan hingga kini, *Tafsir al-Bisri* masih menjadi rujukan penting dalam tradisi pengajian kitab kuning di berbagai pondok pesantren, khususnya yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah. Ini membuktikan bahwa karya beliau memiliki daya tahan dan relevansi yang tinggi, melintasi zaman.

Secara historis, karya ini menjadi bukti dedikasi KH. Bisri Mustofa dalam menyebarkan ilmu pengetahuan Islam kepada masyarakat secara luas. Beliau tidak hanya memikirkan kalangan terpelajar, tetapi juga umat biasa yang membutuhkan bimbingan rohani. Oleh karena itu, tafsir ini tidak hanya menjadi dokumen keilmuan, tetapi juga bagian dari warisan budaya dan spiritual bangsa.

Dengan segala kelebihan dan kontribusinya, *Kitab Tafsir al-Bisri Juz 30* layak disebut sebagai salah satu bentuk dakwah kultural yang berhasil. Ia bukan hanya menafsirkan teks, tetapi juga menafsirkan konteks. KH. Bisri Mustofa mengajarkan kepada kita bahwa menyampaikan kebenaran agama bisa dilakukan dengan bahasa yang indah, lembut, dan sesuai dengan jangkauan umat.

---

#tafsiralbisri
#bismillah
#fbpro
@sorotan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil

  Berikut Administrasi Perkuliahan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Tahun Akademik 2025/2026 Semester Ganjil : Program Studi Perbankan Syariah (PS) 1B a.       FEBI1246001 – Bahasa Arab Ekonomi (2 SKS)  1)         Daftar Hadir   //   ABSEN                                 2)         Kontrak Perkuliahan // DOWNLOAD                       3)         RPS   // DOWNLOAD                                       4)         Mod...

DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM

  BERIKUT DAFTAR SUBMIT JURNAL FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Akses Terbuka Gratis di Indonesia dan Internasional No Nama Jurnal Keterangan relevansi & catatan penting 1 GHAITSA: Islamic Education Journal Jurnal Islam, menyediakan akses bebas dan permanen ke artikel-artikelnya. ( Siducat ) 2 ISEDU: Islamic Education Journal Membuka akses bebas, tanpa biaya atau hambatan teknis untuk pembaca. ( Jurnal Kalimasada ) 3 Islamic Perspective on Educational Science Terbit 2 kali/tahun, tema termasuk filsafat pendidikan Islam, psikologi pendidikan, dsb. Gratis untuk pembaca. ( esi.isu.ac.ir ) 4 Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Fokus pada filsafat Islam & mistisisme. Akses penuh tanpa biaya. ( Jurnal Sadra ) 5 Journal of Islamic Education...

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS

DAFTAR SUBMIT JURNAL STUDI AL-QUR'AN DAN HADIS :  Berikut beberapa rumah jurnal gratis atau open access journals yang fokus atau menerima kajian tentang Al-Qur’an dan Hadis: Daftar Jurnal Gratis / Open Access tentang Studi Al-Qur’an dan Hadis No Nama Jurnal Keterangan / Penerbit / Link 1 AL QUDS: Jurnal Studi Alquran dan Hadis Biannual, peer review; fokus studi Al-Qur’an dan Hadis. ( Rumah Jurnal IAIN Curup ) 2 Mashdar: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis Open Access (licence CC-BY-SA 4.0), UIN Imam Bonjol Padang. ( E-Journal UIN IB ) 3 Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis Ilmu al-Qur’an & Tafsir Dept, UIN Syekh Nurjati Cirebon, SINTA 4. ( Jurnal Syekh Nurjati ) 4 Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur’an dan Hadits STIQ Amuntai, Kalsel. ( Jurnal STIQ Amuntai ) 5 Al-Misbah: Journal of Quran, Hadith and Tafsir Studies STAI-PIQ Sumatera Barat. ( ejournal.staipiq.ac.id ) 6 Al-Qudwah: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Hadis Prodi Ilmu Al-Qur’an dan...